Laman

Roy Tanck's Flickr Widget requires Flash Player 9 or better.

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2012

Rusuk itu bernama perempuan


Perempuan itu bukan tulang kaki
yg bisa seenaknya di injak oleh lelaki..
tapi bukan pula tulang kepala
yang harus merasa lbih pintar dri lelaki..
Ia itu spt tulang rusuk yang bengkok…
yang jika kau kau kerasi maka akan patah.
Namun jika kau biarkan… maka ia akan tetap bengkok.
dekat dgn hati tuk dicintai..
dan dekat dengan tulang lengan tuk dilindungi..


~ Teruntuk semua perempuan yang dimuliakan ~

Jumat, 03 Februari 2012

Bila bintang senjaku meneteskan air mata


bagaimana bila bintang ku bersedih..
bagaimana bila ia meneteskan butiran bening itu…
bagaimana bila bintang ku terhalang oleh hujan……..
tak dapat lagi ku melihat senyumnya,,..
yg indah…
yg merekah….
apa yg harus kulakukan untuk nya…???
bilakah aku tau..
apa yg membuat mu menangis wahai bintang senja ku…
bilakah aku mampu,,,,
untuk membuat mu kembali berseri layak nya bunga di pagi hari….
bilakah aku sanggup…
untuk membuat mu merasakan lg kebahagiaan itu…
dan bilakah aku mampu…
membuat mu mampu bertahan disaat kau terpuruk dalam jurang keputusasaan….
tersenyumlah dinda ku….
tersenyumlah bintang ku…
tersenyumlah bidadari ku…
sejujurnya..
akupun bersedih saat meilhat mu meneteskan air mata…
saat mendengarkan isak pedih mu…
inginnya aku bisa mengusap kristal bening itu dr pipimu…
dewi ku,,bintang senjaku….
hapus lah sekarang juga air mata mu itu..
sungguh pilu aku melihat mu seperti itu…
apakah yg membuat mu pedih nan pilu…
datanglah pada ku…
seraya aku akan memluk mu..
memberikan dada ku utk tempat mu mengadu…
kemarilah adinda ku…
raihlah tangan ku…
kan ku genggam erat tangan mu…
takkan ku lepaskan..
akan aku redam amarah mu….
krn aku lah penyejuk hatimu…….
dan krn aku yakin..
aku mampu menguatkan mu….
aku lah pengobat luka hati mu itu..
aku lah penawar racun yg telah merasuk dialiran darah mu…
aku lah mentari yg akan menhangatkan hari mu,,,,
aku lah air yg akan mengaliri jiwa mu dg kasih sayang tulus dari ku…
dan aku lah indah malam yg bertabur bintang yg akan melukiskan sejuta kenangan indah dalam hidup mu……..
jgn menangis lg biintang senja ku….
aku selalu bersamam mu..
selalu menjaga mu…
selalu ada untuk mu…
karna aku akan menjaga ku semmapu ku seumur hidup ku…
Tersenyum indah lah utk ku wahai bintang senja ku…..
krn kau lah bintang hati ku….
krn kau lah hidup ku….
begitupun aku……….

Kamis, 02 Februari 2012

mati (selamat tinggal dunia)


mentari di ujung senja..
meredup sembunyi di remang-remang…
menanti sejenak datangnya sang malam…
bertabur bintang…
berhiaskan senyuman dewi malam…
semilir angin yang berhembus…
dingin menyapu sekelilingku…
desir ombak yang berlagu..
bertalu direlung jiwa..mendengangkan lagu pembunuh rindu..
rindu akan wajah ayu nan sendu….
rindu yang menggelayuti hati ku…
rindu yang membuncah tiada menentu…
hanya saja..
sejenak kemudian aku terdiam…
terdiam dalam sunyi..terbungkam dalam sepi…
dan aku terhenyak seketika..
saat ku dapati raga ini terbujur tak bernyawa..
apakah keindahan yg ku lihat td hanya jelmaan semata???
aku ingin menangis..
namun setetes pun airmata tak keluar dr pelupuk mata ku…
aku benci ini..
namun kebencian ini semakin mengiris hati…
hingga akhirnya aku berjalan..
pelan…
dan perlahan….
melintasi sang waktu….
meninggalkan warna dunia..
menutup diary kehidupan..
untuk-Nya..
Kepada-Nya..
aku kembali berpulang…
dalam fitrah yang hakiki…
Tuhan..
aku menhadap Mu kembali….

Senin, 30 Januari 2012

Sebentuk kasih untuk dinda


dinda…
ku hela sedikit nafas ku,,,
tertahan,,,
dinda…
ku ulangi memanggil nama mu…
kelam,,,
dalam malam yang senyap…
temaram,,,
terhalang bintang yang tiada gemerlap…
Dinda..
kembali aku mengingat mu saat ini…
mengenang memori bersama mu…
gelak tawa mu…
manis nya senyum mu…
tajam nya tatapan mata mu…
dan tingkah mu yang polos….
dinda…
bilakah aku bisa kembali merengkuh mu…
mengusap lagi airmata mu…
memeluk mu disaat kau rapuh…
menguatkan mu disaat kau terjatuh….
dinda..
tak cukup dengan kata aku mengungkapkan kerinduan ku pada mu…
tak cukup sebait ku tuangkan betapa aku mengharap mu….
Adinda….
masih kah kau mengingat ku??
masihkah kau mengharapkan ku??
masihkah aku satu di hati mu….???
Bilakah kau bisa menlihat jauh ke dalam hati ku….
hari-hari ku..
kupenuhi dengan untaian syair syahdu untuk mu…
dengarlah jeritan hati ku dinda….
karena…
aku mendamba mu…
aku mengharapkan mu…
aku merindui mu…..
datanglah kembali pd ku dinda….
hapuslah kekerontangan jiwa dan raga ku…
saat ini.,….
aku ingin memeluk mu Adinda…
teriring kasih selalu untuk mu…
akan ku persembahkan Sebentuk kasih untuk Adinda ku tersayang…..
ini lah aku dengan cinta ku…
dengan rindu ku…
dengan kasih ku….
untuk mu……….

Sabtu, 28 Januari 2012

Perempuan Cahaya di Taman Dzikir


Panas matari, hujan air mata rindu,
menyemai taman zikir, taman doaku
mawar-mawar yang Kau kirimkan padaku, Kekasih,
tumbuh merekah hiasi hamparan sajadah
yang terus memanjang pada sisa kala

Di taman zikir, taman hening yang mawar itu
kutemui ribuan perempuan cahaya
Rabi'ah, Syarafunnisa
menjelangMu tergesa
tapi rengkuhlah aku, Kekasih,
sahaya yang resah merindu
telah kutumpukkan awan-awan asa itu
dan kudekap pelangi mahabbah

aku fana yang memanjati langit ma'rifatMu


di taman zikir, taman doa, taman nafasku
di tengah perempuan-perempuan cahaya
aku menjaga dengan airmata
nyala masa yang tersisa
demi hasrat abadi itu

biarkan, Kekasih
kupenuhiku denganMu
berharap jadi mawarMu
jadi lautMu
tanpa kenal kata "sampai ajal"

sungguh,
telah Kau fanakan diriku, Kekasih
tapi tidak cintaku padaMu
sebab di taman zikir, taman doa
taman nafasku
cinta kita, Kekasih
adalah baqa